Mematahkan Stereotipe Bekerja Di Pabrik: Tentang Lelah, Kemapanan, dan Senioritas

Hai, nama saya Windo, graduate dari GREAT (Generation for Future Aqua Operation) Leader Danone, program graduate trainee yang serupa dengan MT STAR tapi tak sama. Mau tahu apa bedanya? Baca lebih lanjut!

#Danoner Story #GREAT #Meet Danoners #engineer story #GREAT Leader
27 August 2020

Hai, nama saya Windo. Saya adalah salah satu graduate dari program GREAT Leader Danone-AQUA dan sekarang sudah resmi menjadi Danoners melalui program ini. GREAT (Generation for Future Aqua Operation) Leader adalah salah satu dari graduate development program yang dimiliki Danone, khususnya untuk brand AQUA. Program yang perdana dibuka pada tahun 2019 ini memiliki misi untuk mengembangkan talenta, khusunya para milenial, dari lulusan teknik (engineering) yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan di Danone Aqua Operation. Secara singkat, perbedaan antara program GREAT Leader dengan MT STAR adalah: Pertama, MT STAR ditujukan untuk lulusan semua jurusan sedangkan GREAT Leader lebih fokus untuk mengembangkan kemampuan para insinyur atau lulusan Teknik. Kedua, Trainee MT STAR akan ditempatkan di kantor pusat Danone di Jakarta sedangkan trainee GREAT Leader akan disebar di pabrik-pabrik AQUA di seluruh Indonesia.

Proses rekrutmen dan induksi

Metode perndaftaranya sendiri sangat unik dan berbeda dari metode rekrutmen yang saya pernah temui. Pertama, kita diminta untuk mengirimkan self-resume dengan format video, menjawab pertanyaan spontan secara live, memecahkan study kasus mengenai bisnis perusaahan dan budaya Danone, juga yang tidak kalah menarik adalah FGD bersama kandidat dari berbagai wilayah di Indonesia yang tentunya sangat menantang. Akhirnya, tepat pada 1 April 2019, saya dinyatakan lolos untuk join sebagai trainee dari program GREAT Leader! Saya sangat senang bisa bertemu teman-teman baru dari berbagai wilayah Indonesia, tempat dan atmosfir kerja yang nyaman untuk millennials, juga budaya yang sangat berpikiran terbuka.

Pada tahap induksi awal, kami diperkenalkan dengan Danone business knowledge seperti struktur organisasi, business acumen, visi dan misi. Selain itu, kami juga mendapat kesempatan berdiskusi tentang “Expectation and Tips for Being Future Leader” dengan Pak David Bidau selaku Vice President Operation Aqua serta jajaran Operation Director. Kami juga mengikuti agenda-agenda yang seru seperti outdoor Booth Camp di Puncak Bogor, workshop dan training, dan Line Tour di Aqua Plant!

Setelah induksi selesai, setiap GREAT Leader trainee akan disebar di beberapa plant Aqua di seluruh Indonesia serta ditempatkan di departemen yang sesuai dengan jurusan kuliahnya. Departemen Manufacturing di Subang Plant adalah tempat penugasan pertama saya.

Awalnya, saya merasa insecure dan meragukan diri saya sendiri karena ditempatkan di pabrik yang berlokasi di tempat yang bahkan belum pernah saya lewati, apalagi kunjungi sebelumnya. AQUA Subang Plant berlokasi di dekat mata air Cipondok dan dekat dengan Gunung Tangkuban Prahu. Mayoritas pabrik-pabrik AQUA memang terletak di pegunungan yang sejuk karena dekat dengan sumber air yang digunakan produk AQUA sehingga terjaga kemurniannya.

Setelah saya menjalani day-to-day di Subang Plant, saya menemukan bahwa atmosfir bekerja di remote area itu tidak seburuk yang saya bayangkan, bahkan sangat menyenangkan, apalagi untuk anak teknik! Di sana, saya bisa belajar proses produksi secara detail, bisa berdiskusi dan berkolaborasi dengan tim secara langsung, belajar public speaking ketika meeting, dan belajar kepemimpinan di project yang saya kerjakan.

Project yang mengasah jiwa kepemimpinan dan empati antargenerasi

Project yang saya pimpin di sana adalah “Menurunkan reject dan return pada produk 5 galon” yang merupakan proyek cross-functional department dan end-to-end case dari department Manufacturing, Logistik, Quality, juga distributor. Project ini sangat menantang karena saya harus dapat membuat program strategis dari beberapa core department, memimpin rapat, menyajikan data progres, membuat keputusan penting, serta membuat improvement-improvement untuk bisa menghemat kos (cost) yang berdampak pada bisnis.  

Meski aktivitas utama seorang GREAT Leader trainee di adalah mengerjakan project, tetapi kami juga memiliki pekerjaan day-to-day dan saya ditugaskan untuk membantu process engineer yang dengan memastikan semua proses berjalan dengan lancar serta memberikan inisiatif perbaikan yang dibutuhkan pada proses produksi.

Jika bicara kendala dalam bekerja, seperti yang saya jealskan di awal bahwa berkolaborasi dengan multigeneration gap atau rekan yang memiliki umur lebih dari kita adalah salah satunya. Namun, alih-alih menganggap hal ini sebagai kendala, saya melihatnya sebagai tantangan! Saya sangat menyadari dari awal bahwa dengan mengikuti program GREAT Leader ini, saya akan dilatih untuk menjadi pemimpin sehingga harus mampu berkomunikasi secara baik dengan orang dari berbagai umur, dengan berbagai karakter dan latar belakang edukasi.

Trik berkomunikasi dengan senior tanpa terkesan 'menggurui'

Awalnya, memang terasa canggung berbicara atau memberi instruksi kepada rekan yang lebih tua. Trik yang saya lakukan adalah pendekatan personal. Senyum ramah dan memperkenalkan diri lebih dahulu dapat memberikan kesan yang baik kepada orang baru. Selain itu, saya juga sering berbincang santai dengan rekan-rekan mengenai topik di luar pekerjaan seperti tentang keluarga, pengalaman bekerja, juga budaya yang biasa dilakukan di Subang.  Selain dapat meningkatkan proximity atau kedekatan, hal ini juga dapat menambah wawasan. Seperti di awal tadi, kunci utama bekerja sama dengan tim dari generasi berbeda-beda adalah komunikasi, baik professional maupun personal. Secara personal, saya banyak mengikuti aktivitas di luar pabrik seperti mancing, futsal, dan yang menjadi favorit saya adalah Ngaliwet. Ngaliwet adalah aktivitas makan bersama yang khas dilakukan oleh orang-orang Sunda. Di acara tersebut, saya merasa saling mengenal satu sama lain dan membuat saya lebih akrab ketika bekerja sama di lapangan.

Jadi, apabila saya bisa rangkum, perjalanan saya Bersama GREAT Leader program ini sangatlah bermakna dan membuka mata saya bahwa bekerja di pabrik itu bukannya membosankan dan nggak keren, tapi sebaliknya. Secara profesional, saya dapat belajar bagaimana memimpin tim dari latar belakang generasi dan budaya yang beragam dan belajar bagaimana menjaga hubugan dengan senior dan warga lokal.

Secara pribadi, saya mendapatkan pelajaran berharga mengenai toleransi dan hidup dalam harmoni.