Proyek Panel Surya: Memanfaatkan Sumber Daya Alam Indonesia untuk Melawan Perubahan Iklim

Sebagai perusahaan perintis dalam hal pembangunan berkelanjutan, Danone selalu berupaya menuju konsumsi energi yang bertanggung jawab dan ekonomi sirkular. Salah satunya dengan mengimplementasikan panel surya secara masif ke pabrik AQUA di seluruh Indonesia.

#Danone Business #CSR #blueoperations #keberlanjutan #panel surya #pabrik hijau #ekonomi sirkular
27 August 2020

Pada tahun 2015, Danone telah mencanangkan kebijakan iklim globalnya yang bertujuan mendorong konsumsi energi yang bertanggung jawab dalam proses bisnisnya. Fokus dari kebijakan tersebut adalah pada empat aspek ini: pengelolaan air, netralitas karbon, ekonomi sirkular, dan pertanian regeneratif.

Kebijakan tersebut merupakan salah satu upaya Danone yang sejalan dengan komitmennya menjadi blue company dan dual project menuju kesuksesan bisnis dan kemajuan sosial. Sasaran jangka panjang dari kebijakan tersebut adalah agar Danone dapat menggunakan 100% energi terbarukan pada tahun 2030 dan menjadi karbon netral (carbon neutral) pada tahun 2050. Kebijakan ini juga merupakan kontribusi Danone untuk ambil bagian dalam mencapai target nasional Indonesia untuk menggunakan 23% energi terbarukan pada tahun 2025 dan mengurangi emisi sebesar 29% pada tahun 2030 dibandingkan dengan tahun 2015.

Ada sebuah kutipan terkenal yang mengatakan, “Kehidupan itu tidak penting kecuali pengaruhnya terhadap kehidupan lain”, dan saya, Raditya Pramudiantoro, sangat percaya akan hal itu. Bekerja sebagai Senior Sustainability Manager di Danone Indonesia telah memberi saya pemahaman yang jelas tentang komitmen Danone untuk menciptakan dunia yang lebih sehat dengan memberikan dukungan dan panduan penuh untuk inisiatif pembangunan lokal yang berkelanjutan.

Zero Emissions Day atau Ze Day yang dirayakan hari ini adalah momen yang tepat bagi saya untuk berbagi bagaimana keterlibatan saya di Solar Panel Project di tahun 2017 silam membuat saya menyadari bahwa karier saya di Danone adalah lebih dari sekadar pekerjaan; memberikan dampak tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat. Inilah yang membuat saya ingin mengambil inisiatif ini lebih jauh dan mengubahnya menjadi sesuatu yang benar-benar bisa diterapkan untuk masyarakat.

Semuanya berawal ketika saya memikirkan tentang penerapan energi hijau sebagai energi alternatif di negara yang memiliki sumber daya seperti Indonesia.

Saya membayangkan betapa besar dampaknya bagi proses bisnis dan lingkungan jika kita dapat fokus pada penerapan energi hijau. Jadi, saya persiapkan diri untuk memulai inisiasi tersebut.

Karena Danone benar-benar maju dan merupakan salah satu pelopor dalam bidang pembangunan berkelanjutan, kami memiliki beberapa proyek energi hijau dalam jalur pipa kami dan salah satu yang terbesar adalah Proyek Panel Surya. Untuk memberikan dampak yang lebih besar, rencananya adalah menerapkannya secara masif di seluruh pabrik Danone yang berlokasi di seluruh Indonesia.

Namun, dalam banyak kasus, kenyataan tidak selalu semudah kedengarannya; Peraturan dan birokrasi sering menjadi kendala dalam pelaksanaan inisiatif tersebut dan itulah sebabnya banyak perusahaan memakan waktu lama dalam melaksanakannya. Karena kebijakan energi terbarukan di Indonesia belum matang, kami harus berkomitmen dan bekerja ekstra untuk mewujudkan inisiatif kami.

Meski demikian, kami tidak mundur kendati proses berkelok-kelok yang harus kami lalui. Kami percaya bahwa  hal-hal baik datang kepada mereka yang menunggu.

Kami aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pusat, mengadakan diskusi kelompok terfokus, dan berpartisipasi dalam program mereka untuk mengedukasi masyarakat tentang energi terbarukan, tidak hanya tentang cara penerapannya, tetapi juga dampak besar dari proses ini bagi keberlangsungan hidup mereka.

Setelah dua tahun, semua kerja keras akhirnya terbayar.

Akhirnya, pada tahun 2017, kami dapat memasang dan mengimplementasikan panel surya untuk pertama kalinya di pabrik produksi AQUA kami di Ciherang dengan sistem investasi mandiri. Jika Anda bertanya-tanya, “bukankah mahal untuk menerapkan panel surya dengan investasi sendiri?”. Ya, pengembalian investasi panel surya bisa memakan waktu cukup lama karena payback period-nya lebih dari 12 tahun. Namun, kami berkomitmen untuk melanjutkan inisiatif panel surya ini untuk menciptakan dampak pada tiga pilar keberlanjutan: manusia (people), planet, dan keuntungan (profit).

Kami sangat bangga dan puas ketika proyek ini pertama kali terwujud, terlebih karena mengetahui bahwa ini adalah satu langkah maju untuk mewujudkan upaya berkelanjutan kami dalam menjadikan pabrik AQUA sebagai 'pabrik hijau', setelah berhasil melaksanakan inisiatif energi dan air kami di setiap pabrik AQUA di seluruh Indonesia. Inisiatif ini dapat diwujudkan melalui kerjasama dengan pemangku kepentingan lokal dan nasional seperti Kementerian Energi, Kementerian Perindustrian, dan juga PLN (Perusahaan Listrik Nasional).

Pada akhirnya, segala sesuatu yang benar-benar berharga tidak pernah datang dengan mudah.

Kami memang telah berhasil menerapkan panel surya di satu tempat, tetapi kami tidak ingin berhenti di situ karena misi kami adalah menerapkan energi terbarukan di semua pabrik. Jadi, kami harus menghadapi tantangan sebelumnya dari awal dan menghadapi tantangan baru, termasuk masalah anggaran internal.

Pemasangan panel surya adalah investasi besar yang dapat memiliki waktu pengembalian modal yang lama. Karenanya, kami mencoba menjajaki kemungkinan pembiayaan lain melalui “Power Purchasing Agreement (PPA)”. Namun, sistem ini memiliki kendala yaitu keterbatasan regulasi dan kebijakan internal sehingga kami membutuhkan waktu dua tahun untuk dapat menggunakan sistem pembiayaan ini dan mulai meluncurkan instalasi panel surya kami. Untungnya, tim global Danone sekali lagi menunjukkan dukungan konstan mereka dengan memberi kami panduan penting untuk mempercepat proses tersebut. Di sisi lain, kami juga mendapat dukungan besar dari pemerintah lokal dan nasional.


Namun, kami tidak berhenti di situ. Kami terus memantau dan mengevaluasi penerapan panel surya di Ciherang dan dampaknya terhadap efisiensi energi terhadap proses produksi dan emisi. Kami sangat senang mengetahui bahwa implementasi panel surya ini berdampak signifikan.


Jadi, setelah memvalidasi dampak penting dari inisiatif ini, tahun ini kami mengambil langkah lebih lanjut dengan memasang lebih banyak panel surya, seperti di pabrik Klaten kami, yang merupakan salah satu pabrik Danone terbesar di Indonesia, dan juga di pabrik kami di Banyuwangi dan Mekarsari.

Solar panel installed in our Klaten plant


Kami dapat membuktikan bahwa inisiatif tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat. Bagaimana?

Dari segi finansial, panel surya terbukti lebih hemat biaya dan efisien. Panel surya menyumbang 10–15% dari total sumber energi kami dan juga dapat mengurangi tagihan listrik dibandingkan bila kami menggunakan sumber listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara). Selain itu, jika menurut Anda panel surya membutuhkan lebih banyak biaya dan tenaga untuk perawatan, ternyata malah terbukti sebaliknya.

Inisiatif ini juga telah meningkatkan rasa bangga pada para Danoners karena Danone sekarang menjadi salah satu dari sedikit perusahaan yang menerapkan panel surya secara masif di pabrik mereka.

Hal ini juga membuat Danone menjadi contoh bagi pemerintah dan perusahaan tentang bagaimana menerapkan ekonomi sirkular melalui energi terbarukan. Tahun lalu, lebih dari sepuluh ribu orang dari pemerintah, institusi, media, dan perusahaan mengunjungi pabrik kami untuk mengetahui lebih banyak tentang penerapan sistem panel surya kami. Hal itu selanjutnya memberi para pekerja di pabrik rasa memiliki dan niat baik.

Saya bangga untuk mengatakan bahwa inisiatif panel surya kami membuat Danone dianugerahi PROPER Emas dan Hijau, penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang mematuhi standar tertinggi praktik bisnis berkelanjutan dan tanggung jawab sosial dan diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan . Selain itu, inisiatif panel surya ini juga berkontribusi pada pencapaian AQUA yang dianugerahi Penghargaan Industri Hijau oleh Kementerian Perindustrian. Dari total 15 tanaman yang mendapatkan penghargaan, 3 di antaranya mendapatkan penghargaan level tertinggi, termasuk pabrik Ciherang kami.

Saya sendiri mendapat kehormatan diundang untuk mempresentasikan inisiatif ini pada sesi FGD Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Semua pengakuan dari para pemangku kepentingan dan penerima manfaat benar-benar membuat perjuangan menggagas sebuah ide yang masih menjadi konsep baru bagi banyak orang terbayar.


Namun demikian, kami tahu bahwa kami harus selalu bergerak maju untuk mempertahankan kesuksesan saat ini dan terus mengembangkan inisiatif ini. Karenanya, kami berencana untuk terus menerapkannya di setiap pabrik AQUA di seluruh Indonesia. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kami bertujuan untuk memasang panel surya di setiap pabrik Danone di seluruh negeri dan mencari sumber energi alternatif lain untuk memenuhi target 100% energi terbarukan. Ini merupakan bentuk kontribusi kami terhadap target Indonesia untuk menggunakan 23% energi terbarukan pada tahun 2025 dan juga komitmen Danone untuk menggunakan 100% listrik terbarukan pada tahun 2030.


Tentunya, kisah saya hanyalah satu dari sekian banyak contoh yang membuktikan bagaimana Danone sebagai sebuah perusahaan tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi anggotanya untuk mengembangkan potensinya, tetapi juga dengan tegas mendukung pengembangan energi berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat.